Kamis, 03 Juli 2014

Puisi untuk Ibu


Ibu

Ketika ku dengar kata itu
Rasa nyaman yang ku dapat

Ketika ku dengar kata itu
Peluk hangat yang ku dapat

Ketika ku dengar kata itu
Ribuan kalimat doa datang kepadaku

Ibu.....

Ku terus berbuat salah padamu

Ku  terus ingin bersamamu

Ku terus berdoa untuk dapat membhagiakan mu

Ibu.....

Maafkan aku yang selalu membuat
Air mata mu jatuh
Di dalam sujud mu

Dan 

Di dalam doa mu
Ibu.....


Menentukan Jurusan

Sekarang adalah masa penerimaan mahasiswa baru. Dimana para lulusan SMA sedang gencar-gencar mencari tahu passtion mereka tuh kemanaa. It's so easy guys, pertama kita hanya perlu bertanya ke dalam diri kita sendiri bidang apa yang kita sukai dan yang sangat kita pahami. Jangan sampai kita tidak memahami bidang apa yang kita ambil nanti. 

Kedua, apabila orang tua memaksa kalian untuk mengambil jurusan tertentu diskusikan dengan baik kepada orang tua bahwa ini adalah masa depan kalian, dan nantinya diri sendiri kalian sendiri lah yang akan menjalaninya dan mempertanggung jawabkannya.

Ketiga, kalian harus benar-benar mengerti setiap jurusan di tempat yang kalian pilih untuk berkuliah nanti. Kalian cari tahu kurang dan lebih nya setiap jurusan dan dibarengi dengan keyakinan jurusan yang udah kalian pilih tadinya. 

Keempat,  gak usah takut dengan opini bayak orang yang seperti "katanya klu mau kerja ini.. gak harus ambil jurusan ini... kok, atau "banyak orang yang jurusan nya apa tapi kerjanya apa". Pasti kalimat itu sering kalian denger kan?. Guys mendengarkan pendapat orang sangat baik tapi jangan lupa pula kalau masalah kerja nanti itu adalah keputusan kalian sendiri guys. Sooo intinya tetaplah percaya dengan diri sendiri tapi kepercayaan diri itu harus di barengi dengan pengtahuan yang kita miliki.


KUCING

Kucing adalah makhluk yang sangat lucuuuuuuuu. Dengan bulu mereka yang halus, tangan dengan cakar kecil mereka, dan tingkah mereka yang sangat menggemaskan.
Banyak survei yang mengatakan, bahwa kalau kita memiliki hewan peliharaan akan mengurangi tingkat kesetressan kita. Apalagi pada manusia yang memiliki sikap mobailitas yang tinggi. Tentu mereka membutuhkan refresing. Tidak semua orang dapat melakukan refresing dengan berpergian atau traveling karena waktu yang terbatas.

Hal tersebut dapat kita memilih solusi lain untuk menghilangkan penat dari aktivitas kita. Seperti dengan memilihara kucing dalam rumah. Dengan tingkah laku mereka yang sangat tidak tertebak dan menggemaskan tentu dapat mengurangi rasa setres.

Mungkin banyak orang yang tidak memilih kucing sebagai peliharaan karena takut akan di cakar atau takut akan bulu-bulunya yang menimbulkan penyakit. Tapi itu semua dapat di atasi dengan pemeliharaan kucing tersebut dengan benar. Seperti kita potong kukunya secara berskala, kita sisir bulunya, memandikan kucing tersebut dengan berskala, memberikan kucing tersebut dengan lingkungan yang bersih, memberi vaksin pada tubuhnya dan memberi makanan yang sehat pada kucing tersebut.

Dengan begitu kita dapat menghilangkan setres dengan cara kita sendiri yang lebih praktis, efisien dan rasa yang bahagia yang keluar dari diri sendiri. Selamat mencobanya :)

Buanglah Sampah Pada tempatnya!!!

Tentu sampah adalah masalah yang sangat momok bagi para warga apalagi warga Jakarta. Banyak tempat yang sering kita lihat dengan tumpukan sampah,. Padahal kita sangat mengetahui bahwa tempat tersebut bukan lah tempat sampah atau  pun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Entah itu kesalahan dari RT/RW sekitar atau dari dinas kebersihan wilayah tersebut. Padahal dengan wilayah daerah sekitar kita yang tidak bersih dapat menimbulkan penyakit-penyakit yang sangat berbahaya. Tetapi para warga lebih senang dengan keadaan penumpukan sampah yang tidak pada tempatnya ketimbang harus membayar uang iuran sampah. Mungkin lagi-lagi ini masalah ekonomi.

Dan yang lebih menyedihkan lagi, warga yang memiliki anak kecil tidak menanamkan sifat buang sampah pada tempatnya. Bahkan mereka dengan tanpa segan membuang sampah sembarangan di depan anak-anak mereka dengan begitu saja. Dan perlu yang kita ketahui para anak kecil akan meniru sekecil apapun tindakan dari orang tua nya.

Bahkan para MAHASISWA yang jelas memiliki intelektual yang tinggi pun membuang sampah tidak pada tepatnya. Sungguh sangat menyedihkan melihat hal tersebut. Generasi muda penerus bangsa ini tidak sadar akan kebersihan yang merupakan masalah yang sangat kecil dari negara ini.

Jadi mau sampai kapan kita mempertahankan sikap kita seperti ini??, dimana banyak negara yang warganya sudah sadar akan kebersihan??.
Mungkin ini hal yang sangat kecil, tapi bukankan hal yang kecil ini dapat melakukan perubahan yang sangat besar seperti tidak adanya lagi banjir, tidak adanya lagi penyakit-penyakit yang mengerikann.
Soo buanglah sampah pada tempatnya!!! Dan itu semua dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kita. 

Wajib Belajar 9 Tahun

Salah satu program pemerintah di bidang pendidikan adalah wajib belajar 9 tahun. Dimana setiap siswa siswa sekolah dari SD sampai jenjang SMP dengan gratis. Kebijakan pemerintah ini sesuai dengan landasan pokok keberadaan sistem pendidikan nasional adalah UUD 45 Bab XIII, Pasal 31, ayat (1) Yang menyatakan bahwa: Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Kebijakan pemerintah bermaksud supaya seluruh anak di Indonesia dapat meraskan bangku sekolah dengan sama rata.

Dan kebijakan pemrintah ini benar, anak-anak di Indonesia dapat merasakan bangku sekolah. Tapi kebijakan pemerintah yang wajib belajar 9 tahun nyata nya disalah artikan oleh beberapa para orang tua murid maupun beberapa para murid. Tidak banyak orang tua yang peduli lagi akan prestasi dan tingkah laku anaknya di sekolah, karena para orang tua merasa sama sekali tidak membayar uang sekolah. Jadi rasa kepedulian pun tidak ada. Dan bagi para murid, rasa hormat kepada para guru pun tidak ada lagi. Karena mereka merasa tidak mendapatkan kerugian apapun dalam segi keuangan.

Seharusnya kebijakan pemerinah wajib belajar 9 tahun dapat melahirkan para generasi muda yang memiliki rasa hormat dan sopan santun yang tinggi. Bukan melahirkan para generasi yang tidak memiliki rasa hormat dan sopan santun.

Seharusnya kebijakan pemerintah wajib belajar 9 tahun ini di berikan kepada siswa-siswi yang memang berhak untuk mendapatkannya. Seperti para siswa-siswi yang berprestasi. Tidak perlu prestasi sampai tingkat kecamatan, provinsi atau pun dunia. Tapi cukup dengan siswa-siswi yang mendapatkan rangking satu sampai lima dan siswa-siswi yang mendapatkan penghargaan dari setiap kelas sebagai siswa-siswi yang memiliki kepribadian yang baik atau siswa-siswi teladan. Tentunya yang mendapatkan perhargaan juara kelas dan yang sebagai siswa-siswi teladan adalah siswa-siswi yang berbeda. Sehingga dana yang pemerintah keluarkan jatuh kepada para generasi yang tepat. Dan pemerintah pun mendapatkan timbal baliknya dari dana pemerintah yang di keluarkan.


Rabu, 02 Juli 2014

Stop Bullying

Pembullyan 

Pembullyan atau Bullying adalah kata yang sangat akrab mungkin di kalangan mahasiswa, siswa-siswi atau para pelajar yang ada di Indonesia. Ironi emang, di bandingkan dengan kata yang lebih baik yaitu "prestasi " kata bullying lebih di anggap keren dan famaous di kalangan para peajar. 

Bully sendiri di kalangan para pelajar biasa di wariskan atau di turun temurunkan dari para senior mereka. Dan tidak sedikit beberapa di wilayah sekolah, para pendidiknya tidak dapat mengatasi Bullying itu sendiri di lingkungan sekolahnya. 

Bullying sendiri adalah penggunaan kekerasan atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat merupakan suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. 

Terlalu banyak kasus Bullying di kalang sekolah. Sehingga tak banyak para orang tua menyekolahkan anak-anak mereka di rumah atau yang biasa kita kenal adalah Home Schooling. Padahal menurut saya pribadi Home Schoolig kurang begitu efektif. Karena guru yang di panggil belum tentu menguasai materi pendidikan yang lebih baik ketimbang para pengajar yang berada di lisensi sah pendidikan. Bukan hanya itu di bidang sosialisasi pun anak-anak akan sangat terbatas. Memang dengan cara kita mengambil solusi Home Schooling kesempatan Bullying akan lebih minim, karena orang tua turun tangan langsung dalam mengawasi para anaknya. Tapi tetap menurut saya kurang Home Schooling kurang efektif.

Ada beberapa solusi yang dapat kita pilih seperti, para pendidik yang lebih memerhatikan siswanya atau para senior yang di pisahkan oleh juniornya. Atau contoh kecil seperti almamater saya ketika saya SMA, saya dan teman seangkatan saya memutuskan untuk stop senioritas atau stop Bullying. Saya harapkan kesepakatan itu akan turun temurun ke para adek kelas saya. See? senior itu ibaratkann seperti kakak pertama dalam keluarga, yang dimana segala tindakannya akan di tiru dan akan di jadikan contoh untuk adek-adeknya. Dan saya yakin Bullying sendiri akan bisa di hentikan jika kita semua ikut ambil alih atau ikut serta dalam memberhentikan Bullying.







Persahabatan

Datang tak pernah kenal waktu 

Datang dengan cara yang unik

Rasa yang di rasakan dengan tulus

Tidak pernah palsu atau sandiwara

Tulus dan suci dengan caranya

Persahabatan......

Setiap orang pasti akan merasakannya

Dimana rasa ketersendirian tidak akan pernah ada lagi

Dimana rasa toleransi yang semakin tinggi

Dimana rasa suka duka akan menjadi rasa bahagia

Dimana kebersamaan akan menjadi sangat penting

Dimana setiap orang akan membuka topengnya

Dimana setiap orang akan nyaman menjadi dirinya sendiri

Persahabatan......

Akan selalu menjadi sahabat hari ini, esok , dan selamanya

For : All My Best friends
Really love you guys :*